TATA KRAMA ATAU SOPAN SANTUN
SOPAN SANTUN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Sopan santun merupakan unsur penting dalam kehidupan bersosialisasi sehari - hari setiap orang, karena dengan menunjukan sikap santunlah, seseorang dapat diharagai dan disenangi dengan keberadaanya sebagai makhluk sosial dimanapun tempat ia berada. Dalam kehidupan bersosialisasi antara sesama manusia, sudah tentu kita memiliki norma-norma / etika-etika dalam melakukan hubungan dengan orang lain. Dalam hal ini sopan santun dapat memberikan banyak manfaat atau pengaruh yang baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Sopan santun berarti peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekolompok manusia didalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntutan pergaulan sehari-hari masyarakat tersebut. Setelah kita mengetahui pengeretian tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap sopan santun patutlah dilakukan dimana saja temapat kita berada, sesuai dengan kebutuhan lingkungan, tempat, dan waktu karena sopan santun bersifat relatif dimana yang dianggap sebagai norma sopan santun berbeda-beda disetiap tempatnya, seperti sopan santun dalam lingkungan rumah, sekolah, kampus, pergaulan, dan sebagainya. Hal tersebut kita lakukan dimanapun tempat kita berada, kita akan selalu dihormati, dihargai, dan disenangi keberadaan kita oleh orang lain.
Sopan santun haruslah diterapkan dimanapun saat itu kita berada yang sesuai
dengan tuntutan lingkungan kita berada. Contohnya seperti didalam lingkungan
rumah baik didalam maupun diluar lingkungan rumah, maka sopan santun yang harus
diwujudkan antara lain :
1. Menghormati
orang tua, seperti tingkah laku yang baik berbicara dengan lemah lembut,
berkata jujur, tidak melakukan perbuatan yang dapat menyakiti perasaannya
seperti suka berbohong dan tidak pernah mendengar nasehatnya.
2. Menyayangi
adik, kakak, saudara, dan seluruh keluarga dengan cara bertutur kata yang baik
tidak berkata kasar dan menjaga hubungan yang harmonis dengan seluruh anggota
keluarga.
3. Menghormati
para tentangga yang berada disekitar rumah dengan sering bertegur sapa ketika
saling bertemu, dan saling tolong menolong disaat sedang ada yang
membutuhkannya.
Setelah itu, saya akan menjelaskan tentang sopan santun didalam tempat menimba
ilmu yaitu sekolah dan kampus antara lain :
1. Menjaga
tingkah laku, seperti berperilaku baik dan terpuji, menghormati guru atau
dosen, dan mematuhi peraturan sekolah / kampus.
2. Menjaga
kebersihan sekolah/ kampus serta berperan aktif dalam kegiatan sosial disekolah
/ kampus.
RUANG LINGKUP TATA KRAMA PERGAULAN
Berikut ini diuraikan secara ringkas norma-norma sopan santun yang berlaku umum di kalangan bangsa Indonesia.
TATA KRAMA PERGAULAN SESAMA TEMAN
Hidup tanpa teman sungguh tidak terbayangkan. Hidup tanpa teman berarti hidup
sendiri, sunyi, sepi, tidak ada tempat bersuka cita, tidak ada tempat mengeluh
atau minta pertolongan manakala kesulitan. Oleh karena itu perlu dijaga
hubungan baik dengan teman-teman tetapi tetap terpelihara. Untuk itu, perlu
diperhatikan beberapa hal antara lain:
Bantulah teman
yang minta pertolongan dengan kemampuan kita. Jika karena sesuatu hal kita
tidak dapat memenuhi permintaan itu, sampaikanlah hal itu secara halus disertai
alasan-alasan yang masuk akal, Hargailah pendapat teman. Jika kita tidak
sependapat, kemukakanlah pendapat kita sendiri secara baik-baik, Hindarilah
penggunaan kata-kata buruk, jelek, tidak pantas, dan sebagainya dalam
mengomentari pekerjaan atau pakaian teman, karena masalah penilaian baik atau
buruk dalam hal ini umumnya bersifat subjektif. Baik menurut kita, belum tentu
baik buat orang lain. Ingat bahwa tidak seorangpun yang rela dicela,
Sering-seringlah menggunakan kata-kata pujian kepada teman-teman setelah mereka
melakukan sesuatu dengan baik, Ucapkanlah terima kasih yang tulus kepada teman
yang telah berbuat baik kepada kita betapapun kecilnya kebaikan itu, Jauhilah
kebiasaan berguncing karena pergunjingan merupakan sumber pertikaian atau
perpecahan, Janganlah memendam rasa kecewa berlama-lama, karena hal ini bisa
meledak menjadi kemarahan yang berakibat pertengkaran. Curahkanlah perasaan itu
segera secara terbuka dan baik-baik. Ingat kekecewaan belum tentu beralasan,
mungkin kita sendiri yang salah mengerti, Terimalah setiap teguran dengan hati
yang lapang. Jika memeang kita bersalah, akuilah secara jantan dan mintalah
maaf; jika tidak, jelaskanlah baik-baik duduk persoalannya. Hindarkanlah sikap
mau menang sendiri, mau benar sendiri. Ingatlah peribahasa ”Orang pandai
berbicara dengan mulut, orang bodoh berbicara dengan tinju”, Biasakanlah
menggunakan kata-kata manis, seperti ” Selamat Pagi” dan sebagainya, ”Sampai
Jumpa”, ”Silakan….!”, ”Maaf….!, ”Tolong…!, dan lain-lain, Kembalikanlah segera
barang/uang pinjaman; jangan dibiarkan si pemilik mengambilnya sendiri (dengan
kecewa).
TATA KRAMA DI
LINGKUNGAN KELUARGA
Kita, manusia,
diciptakan Tuhan melalui kedua orang tua kita, yaitu ayah dan bunda. Oleh
karena itu jika kita merasa senang atau bahagia dilahirkan ke dunia, maka di
samping bersyukur kepada Tuhan, kita pun berkewajiban untuk berterima kasih kepada
kedua orang tua kita. Perlu disadari secara mendalam bahwa orang tua bukan saja
melahirkan kita, melainkan juga dengan kasih sayang telah membesarkan dan
mendewasakan kita, memberikan kepada kita makanan, pakaian, pendidikan, menjaga
kesehatan, dan melindungi kita dari berbagai mara bahaya, betapapun besarnya
resiko bagi mereka. Kasih sayang dan pengorbanan itu dicurahkan dengan segala
keikhlasan demi kebahagian kita.
Oleh karena
itu, wajarlah apabila kita selalu berterima kasih kepada orang tua. Lalu apa
yang harus kita lakukan sebagai tanda terima kasih? Bukan balas budi berupa
materi. Orang tua sudah merasa cukup bahagia apabila anaknya melakukan hal-hal
yang dapat menjamin masa depannya sendiri dengan baik, antara lain:
1. Mentaati
segala nasihat, baik orang tua dan tidak membantahnya tanpa alasan yang masuk
akal. Setiap keberatan atas nasihat/saran orang tua dikemukakan dengan
baik-baik,
2. Tidak
melakukan hal-hal tercela, lebih-lebih yang dapat menimbulkan aib bagi
keluarga,
3. Selalu
bersikap dan berbahasa lembut kepada orang tua, saudara-saudara dan orang lain,
4. Rajin
belajar dan suka membantu orang tua di rumah,
5. Saling
mengerti, saling menghargai dan saling menolong dengan saudara-saudara, tidak
pernah bersikap mau menang sendiri, mau kenyang sendiri, mau menang sendiri
tanpa memikirkan orang lain,
6. Memelihara
kebersihan di dalam rumah dan menjaga keselamatan/keutuhan barang-barang yang
ada di rumah serta tidak meminjamkan barang apapun kepada orang lain tanpa izin
orang tua atau saudara yang memiliki barang,
7. Tidak
menuntut sesuatu di luar kemampuan orang tua,
8. Selalu
terbuka, tidak pernah menyembunyikan masalah pribadi dari orang tua,
lebih-lebih yang pada akhirnya menuntut keterlibatan keluarga,
9. Memberitahu
jika hendak pergi dan tidak berada di luar rumah berlama-lama sehingga
menimbulkan kegelisahan orang tua,
10. Tidak
bergaul terlalu rapat dengan teman-teman tak sejenis dan tidak terlalu sering
membawa teman-teman ke rumah karena hal itu merepotkan orang tua, terutama ibu,
11. Jujur, suka
mengaku setiap kesalahan sendiri dan tidak pernah melemparkannya kepada orang
lain,
12. Memperlakukan pembantu seperti keluarga sendiri, tidak pernah menyakitinya agar ia betah karena ketidakbetahan membantu sangat merepotkan ibu.
TATA KRAMA BERPAKAIAN
Gunakan pakaian sesuai dengan fungsinya masing-masing. Pakaian olah raga,
piyama, atau daster misalnya tidak baik digunakan untuk menerima tamu resmi di
ruang tamu keluarga, Kaus oblong dan sandal termasuk pakaian santai, seyogianya
tidak dipergunakan di tempat-tempat resmi, juga di dalam kampus, lebih-lebih di
ruang kuliah, Pakaian hendaknya tidak terlalu ketat atau terlalu pendek di
bagian bawah maupun bagian atas, Pakaian selalu rapi, bersih dan tidak kusut,
Perhiasan seperlunya, tidak berlebihan, terutama di kampus, Di tengah hari yang
terik sebaiknya tidak menggunakan pakaian berwarna hitam pekat atau merah
menyala dan dalam cuaca yang mendung atau hujan (becek) tidak dianjurkan
menggunakan pakaian berwarna putih.
TATA KRAMA BERBICARA
Berbicara dan
tertawa pun sering menarik perhatian orang. Agar tidak menarik perhatian yang
negatif hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Suara hendaknya
sekedar cukup terdengar oleh lawan bicara agar tidak mengganggu,
Berbicara tenang, tidak tergesa-gesa agar ludah tidak berkecipratan ke luar
mulut,
Mulut tidak terlalu dekat pada muka lawan bicara agar uap mulut tidak tercium
olehnya,
Waktu tertawa, mulut tidak dibuka terlalu lebar sehingga tampak bagian dalam
mulut, demikian pula suaranya, tidak keras-keras,Janganlah berbicara atau
ketawa jika mulut penuh berisi makanan,Pada waktu berbicara, wajah dan
pandangan kita hendaknya selalu terarah lurus kepada lawan bicara. Bicara
sambil berpaling ke sana ke mari dianggap tidak sopan. Demikianpula jika lawan
bicara sedang berbicara,Palingkanlah muka sejenak ke arah lain dan/atau
tutuplah mulut dengan tangan atau sapu tangan jika kita tiba-tiba batuk atau
bersin ketika sedang berbicara, Usahakanlah agar tidak memotong bicara, apalagi
tiba-tiba menegur/menyapa atau berbicara dengan orang lain pada waktu
lawan bicara masih berbicara. Kalaupun sangat terpaksa, mintalah izin/maaf
terlebih dahulu kepada lawan bicara, Ingat-ingatlah agar tidak memasukkan kedua
tangan ke dalam saku celana atau melipat keduanya di dada atau menggendong
keduanya di belakang atau berdiri dengan sebelah kaki yang dilenturkan atau
diangkat ke atas waktu berbicara/bercakap-cakap dengan orang-orang yang
dihormati.
TATA KRAMA MAKAN
BERSAMA DI MEJA MAKAN
Pada waktu
makan bersama, lebih-lebih di meja makan, hendaknya diperhatikan hal-hal
sebagai berikut:
Gunakanlah
sendok garpu jika makanan basah, misalnya nasi bercampur kuah dan lain-lain,
Janganlah menumpuk makanan di atas piring makanan kita, tetapi habiskanlah
makanan makanan yang telah kita ambil; penyisaan makanan dapat menyinggung tuan
rumah, Tidak mengisi mulut terlalu padat sehingga menyebabkan sukar menelan
atau makanan menyumbat di tenggorokan, Tidak berbicara pada waktu mulut masih
penuh dengan makanan, Kunyahlah makanan demikian rupa sehingga tidak terdengar
dari dalam mulut bunyi keciplak atau gigi-gigi yang beradu. Mengunyah terlalu
cepat juga dapat memberikan kesan orang yang rakus, Tempatkanlah mulut di atas
piring makanan agar makanan yang jatuh waktu diangkat tidak jatuh ke luar piring
atau mengotori pakaian kita, Usahakanlah agar selama makan tidak bercerita
tentang hal-hal yang menjijikkan sehingga membuat orang mual atau yang terlalu
lucu sehingga membuat orang tertawa terpingkal-pingkal, Usahakanlah pula agar
tidak batuk, bersin, atau mengeluarkan/membuang ingus. Jika sangat terpaksa,
tinggalkanlah dahulu meja makan ke tempat yang cukup jauh. Juga tidak
dibenarkan bersendawa, Usahakanlah agar alat-alat makan tidak berdentingan atau
gemerincing, Sehabis makan tidak dibenarkan berkumur, mencuci tangan dengan air
minum di atas piring makan, menggunakan tusuk gigi sebelum semua orang selesai
makan, Menggunakan tusuk gigi hendaknya sambil melindungi mulut dengan tangan
dan sarbet hanya digunakan untuk menyeka mulut atau melap tangan, bukan untuk
menyeka ingus, Sebaiknya sebelum makan dimulai, masing-masing mengucapkan
selamat makan dan mengajak makan pada orang yang tidak ikut makan. Yang
terakhir ini lebih banyak bersifat basa-basi, tetapi jika tidak dilakukan,
orang bisa menganggap kita tidak tahu sopan-santun.
TATA KRAMA BERJALAN
Berjalan yang
sesuai dengan norma-norma sopan-santun meliputi antara lain hal-hal sebagai
berikut:
Berjalan secara wajar, langkah tidak dibuat-buat seakan-akan agar tampak gagah (laki-laki) atau menarik/menggiurkan dengan lenggang-lenggok berlebihan (wanita), Usahakanlah agar tumit sepatu yang keras tidak terlalu keras memukul jalan atau lantai, lebih-lebih di tempat-tempat yang memerlukan keheningan (ruang kuliah, ruang rapat, poliklinik, dll.), Berjalan di depan/di dekat atau melewati orang-orang yang sedang duduk atau berdiri hendaknya tidak terlalu dekat, apalagi menyentuh mereka. Sebaiknya katakan ”Permisi sambil membungkuk pada saat melewati mereka.
Sumber:
http://muda.kompasiana.com/2013/01/07/pengetahuan-umum-apa-itu-tata-krama-517178.html
https://bksmpm1sby.wordpress.com/materi-pelajaran/

Komentar
Posting Komentar